Cara Menghitung Besaran Bunga Tabungan, Beserta Contohnya

Bagaimana cara menghitung besaran Bunga Tabungan?, Cara mencari persentase bunga per tahun, dan Contoh soal bunga tabungan.
Berapa besaran bunga tabungan pertahun?
Bagaimana Rumus mencari persentase bunga tabungan?

Berbagai pertanyaan mengenai Bunga Tabungan, Persentase, dan Jangka Waktu menabung, mengakibatkan hal ini perlu untuk kita ketahui.

Baca juga: Berbagai perhitungan Persentase (%)

Menabung Uang di Bank, menjadi pilihan banyak orang, untuk menyimpan Uang yang dimiliki, untuk menawarkan rasa Aman, nyaman, dan sekaligus untuk cadangan dana di hari tua.

Selain itu, banyak sekali kelebihan yang ditawarkan dari banyak sekali jasa penyimpanan dana atau Tabungan, salah satunya yaitu Bunga Tabungan.

Besaran Bunga Tabungan yang ditawarkan juga bervariasi, dan umumnya besaran bunga tabungan ini di tunjukkan dalam besaran Persen (%) pertahun.

Baca juga: Cara Menghitung % Diskon

Misalnya Bunga Tabungan ada yang 4%/Tahun, ada yang 6%/Tahun, dan sebagainya, dan tentunya semakin besar bunga yang ditawarkan maka semakin besar pertambahan Saldo tabungan kita nantinya.

Bunga Tabungan ini yaitu sebagai besaran Nilai pertambahan Saldo tabungan dalam jangka waktu tertentu, dan umumnya Besaran bunga mempunyai jangka waktu 1 tahun.

Lalu, Bagaimana cara menghitung Bunga tabungan tersebut?

Cara Menghitung Besaran Bunga Tabungan, beserta contohnya

Bagaimana cara menghitung besaran Bunga Tabungan Cara Menghitung Besaran Bunga Tabungan, beserta contohnya
Bunga Tabungan Bank

Saldo Akhir = Saldo awal + Bunga

Contoh:
Ibu Memiliki tabungan di bank sebesar Rp.5.000.000, dan disimpan selama 1 tahun, Besaran Bunga tabungan Bank tersebut yaitu 4%/Pertahun, bagian pajak bunga sebesar 20%, Maka Saldo Tabungan Ibu sesudah 1 tahun yaitu sebesar?

Saldo Awal = Rp.5.000.000
Bunga = 4% pertahun
Potongan Pajak Bunga = 20% x Bunga
Jangka Waktu = 1 tahun

Besaran Bunga pertahun = 4% x Rp.5.000.000 = Rp.200.000
Potongan Pajak Bunga = 20% x Rp.200.000 = Rp.40.000,-
Bunga higienis (setelah dipotong pajak) = Rp200.000 – Rp.40.000 = Rp.160.000

Saldo Akhir = Saldo awal + Bunga bersih
Saldo Akhir = Rp.5.000.000 + Rp.160.000
Saldo Akhir = Rp.5.160.000

Catatan:
“Perhitungan diatas berlaku jikalau Saldo Tetap sebesar Rp.5.000.000, tidak berkurang/bertambah selama 1 tahun”

Lalu bagaimana jikalau Saldo Tabungan kita berubah-ubah, nilainya kadang bertambah dan berkurang?

Jika Saldo tabungan berubah-ubah, maka cara menghitungnya yaitu sebagai berikut:

Cara Perhitungan Bunga Tabungan ada beberapa jenis, yakni:

  • Berdasarkan Saldo tabungan Terendah
  • Berdasarkan Saldo Rata-rata sebulan

Cara Menghitung Bunga Tabungan Berdasarkan Saldo Terendah

Contoh:
Ibu Menabung uang di bank sebesar Rp.6.000.000, lalu terjadi transaksi dalam sebulan, sebagai berikut:

  • Tanggal 1 Januari, Saldo Rp.6.000.000
  • Tanggal 5 Januari, Setoran sebesar Rp.500.000, Saldo menjadi Rp.6.500.000
  • Tanggal 10 Januari, Penarikan sebesar Rp.1.000.000, Saldo Menjadi Rp.5.500.000
  • Tanggal 20 Januari, Setoran sebesar Rp.500.000, Saldo menjadi Rp.6.000.000
  • Tanggal 25 Januari, Pengambilan sebesar Rp.500.000, Saldo menjadi Rp.5.500.000

Bunga tabungan sebesar 4% pertahun.

Maka Saldo Akhir tabungan Ibu pada Bulan Januari, adalah:

Saldo terendah pada Tabungan Ibu, sesuai Tabel Transaksi diatas yaitu sebesar Rp.5.500.000
Jumlah hari pada bulan Januari = 31 Hari
Jumlah hari dalam setahun = 365 Hari
Bunga = 4% pertahun
Potongan Pajak Bunga = 20% x Bunga

Bunga Tabungan sebulan = (Saldo terendah x %Suku Bunga x Jumlah hari pada bulan tersebut)/Jumlah hari dalam setahun.

Bunga Tabungan Sebulan = (Rp.5.500.000 x 4% x 31)/365
Bunga Tabungan Sebulan = Rp.6.820.000 / 365
Bunga Tabungan Sebulan = Rp.16.684.
Potongan Pajak Bunga = 20% x Rp.16.684 = Rp.3.336
Bunga higienis (setelah dipotong pajak) = Rp.16.684 – Rp.3.336 = Rp.13.348

Saldo Akhir = Saldo Awal + Bunga bersih
Saldo Akhir = Rp.6.000.000 + Rp.13.348
Saldo Akhir = Rp.6.013.348,-

Cara Menghitung Bunga tabungan menurut Saldo rata-rata sebulan

Contoh:
Ibu Menabung uang di bank sebesar Rp.10.000.000, lalu terjadi transaksi dalam sebulan, sebagai berikut:

  • Tanggal 1 Januari, Saldo Rp.6.000.000
  • Tanggal 5 Januari, Setoran sebesar Rp.500.000, Saldo menjadi Rp.6.500.000
  • Tanggal 10 Januari, Penarikan sebesar Rp.1.000.000, Saldo Menjadi Rp.5.500.000
  • Tanggal 20 Januari, Setoran sebesar Rp.500.000, Saldo menjadi Rp.6.000.000
  • Tanggal 25 Januari, Pengambilan sebesar Rp.500.000, Saldo menjadi Rp.5.500.000

Bunga tabungan sebesar 4% pertahun.

Maka Saldo Akhir tabungan Ibu pada Bulan Januari, adalah:

Saldo harian:
Tgl 1 s/d 4 Januari = 4 hari x Rp.6.000.000 = Rp.24.000.000
Tgl 5 s/d 9 Januari = 5 hari x Rp.6.500.000 = Rp.32.500.000
Tgl 10 s/d 19 Januari = 10 hari x Rp.5.500.000 = Rp.55.000.000
Tgl 20 s/d 24 Januari = 5 hari x Rp.6.000.000 = Rp.30.000.000
Tgl 25 s/d 31 Januari = 7 hari x Rp.5.500.000 = Rp.38.500.000

Saldo rata-rata
Saldo rata-rata = Penjumlahan saldo harian/jumlah hari
Saldo rata-rata = 180.000.000/31 hari =
Saldo rata-rata = Rp.5.806.451

Bunga Tabungan sebulan = (Saldo rata-rata x %Suku Bunga x Jumlah hari pada bulan tersebut)/Jumlah hari dalam setahun.

Saldo rata-rata = Rp.5.806.451
Jumlah hari pada bulan Januari = 31 Hari
Jumlah hari dalam setahun = 365 Hari
Bunga = 4% pertahun
Potongan Pajak Bunga = 20% x Bunga

Bunga Tabungan Sebulan = (Rp.5.806.451 x 4% x 31)/365
Bunga Tabungan Sebulan = Rp.7.199.999 / 365
Bunga Tabungan Sebulan = Rp.19.726.
Potongan Pajak Bunga = 20% x Rp.19.726 = Rp.3.945
Bunga higienis (setelah dipotong pajak) = Rp.19.726 – Rp.3.945 = Rp.15.781

Saldo Akhir = Saldo Awal + Bunga bersih
Saldo Akhir = Rp.10.000.000 + Rp.15.781
Saldo Akhir = Rp.10.015.781,-

Berbagi ilmu pengetahuan umum